Selasa, 01 Mei 2012
Selasa, 28 Februari 2012
Kamis, 16 Februari 2012
konversi tulangan besi untuk plat beton
konversi tulangan besi untuk plat beton
Konversi penulangan pada Plat juga didasarkan pada Kebutuhan Luas Penampang Perlu Tulangan (As) (asumsi mutu tulangan sama). Akan tetapi sedikit berbeda cara perhitungannya dibandingkan pada Konversi Penulangan pada Balok dan Kolom.
Misalkan, kita mempunyai desain Penulangan Plat D13-100 (artinya seluruh permukaan Plat dipasang Besi Ulir diameter 13 mm dengan jarak antar Tulangan 100 mm , akan kita ubah menggunakan Besi D16, maka akan ada perubahan jarak antar tulangan.
Perhitungan Jarak antar Tulangan akibat perubahan Dimensi tersebut adalah :
Luas perlu Tulangan plat per 1 m2 (asumsi 1000 mm x 1000 mm) adalah :
As = (1000 mm / 100 mm) x 3.14 x 13 mm x 13 mm
As = 5306.6 mm2
Luas 1 Tulangan D16
A = 3.14 x 16 mm x 16 mm
A = 803.84 mm2
Maka dibutuhkan,
n (D16) = 5306.6 mm2 / 803.84 mm2
n (D16) = 6.6 buah
Jarak yang diperlukan adalah :
L = 1000 mm / 6.6 buah
L = 151.48 mm (Pembulatan ke bawah, disesuaikan kemungkinan untuk dilaksanakan di lapangan)
L = 150 mm
Jadi kesimpulannya, untuk tulangan Plat D13-100, bisa diubah menggunakan tulangan D16-150.
Terima Kasih.
Konversi penulangan pada Plat juga didasarkan pada Kebutuhan Luas Penampang Perlu Tulangan (As) (asumsi mutu tulangan sama). Akan tetapi sedikit berbeda cara perhitungannya dibandingkan pada Konversi Penulangan pada Balok dan Kolom.
Misalkan, kita mempunyai desain Penulangan Plat D13-100 (artinya seluruh permukaan Plat dipasang Besi Ulir diameter 13 mm dengan jarak antar Tulangan 100 mm , akan kita ubah menggunakan Besi D16, maka akan ada perubahan jarak antar tulangan.
Perhitungan Jarak antar Tulangan akibat perubahan Dimensi tersebut adalah :
Luas perlu Tulangan plat per 1 m2 (asumsi 1000 mm x 1000 mm) adalah :
As = (1000 mm / 100 mm) x 3.14 x 13 mm x 13 mm
As = 5306.6 mm2
Luas 1 Tulangan D16
A = 3.14 x 16 mm x 16 mm
A = 803.84 mm2
Maka dibutuhkan,
n (D16) = 5306.6 mm2 / 803.84 mm2
n (D16) = 6.6 buah
Jarak yang diperlukan adalah :
L = 1000 mm / 6.6 buah
L = 151.48 mm (Pembulatan ke bawah, disesuaikan kemungkinan untuk dilaksanakan di lapangan)
L = 150 mm
Jadi kesimpulannya, untuk tulangan Plat D13-100, bisa diubah menggunakan tulangan D16-150.
Terima Kasih.
konversi tulangan besi
Perhitungan Konstruksi
konversi tulangan besi
Secara umum, konversi diameter besi tulangan Balok dan Kolom ditentukan oleh Kebutuhan Luas Penampang Besi Perlu" yang telah direncanakan dengan berbagai data kondisi seperti Beban dan Karakter Material yang digunakan.
Namun pada kenyataannya, seringkali kita dihadapkan pada masalah untuk melakukan konversi tulangan yang diakibatkan oleh berbagai aspek di lapangan. Contohnya seperti ketersediaan tulangan yang bersangkutan, kesulitan mobilisasi, hingga perbedaan harga pasar.
Sebagai acuan untuk melakukan konversi, kita harus mengetahui kebutuhan awal desain yang akan dikonversi. Dalam hal ini, kita angkat sebagai contoh kasus adalah Tulangan kolom dan balok (dikarenakan notasi pembesiannya sama).
Misalkan, kita memiliki desain Tulangan Utama Kolom dan Balok adalah 2-D25 (artinya 2 buah - Besi Ulir - Diameter 25 mm), jika misalnya akan kita konversi ke Besi Ulir - Diameter 19 (asumsi mutu besi sama), maka dasar perhitungannya adalah :
Luas Perlu adalah = 2 x (3.14 x 25 mm x 25 mm)
= 3925 mm2
Maka kebutuhan tulangan D19 untuk dapat memenuhi luasan tersebut adalah :
Luas 1 Tulangan D19 = 3.14 x 19 mm x 19 mm
= 1133.54 mm2
dibutuhkan = 3925 mm2 / 1133.54 mm2
= 3.463 buah (dibulatkan keatas 4 buah D19)
dapat disimpulkan bahwa, 2-D25 dapat dikonversi menjadi 4-D19.
Kasus ini bisa digunakan untuk kolom dan balok, sedangkan untuk Plat akan dibahas pada topik selanjutnya.
Terimakasih .
konversi tulangan besi
Secara umum, konversi diameter besi tulangan Balok dan Kolom ditentukan oleh Kebutuhan Luas Penampang Besi Perlu" yang telah direncanakan dengan berbagai data kondisi seperti Beban dan Karakter Material yang digunakan.
Namun pada kenyataannya, seringkali kita dihadapkan pada masalah untuk melakukan konversi tulangan yang diakibatkan oleh berbagai aspek di lapangan. Contohnya seperti ketersediaan tulangan yang bersangkutan, kesulitan mobilisasi, hingga perbedaan harga pasar.
Sebagai acuan untuk melakukan konversi, kita harus mengetahui kebutuhan awal desain yang akan dikonversi. Dalam hal ini, kita angkat sebagai contoh kasus adalah Tulangan kolom dan balok (dikarenakan notasi pembesiannya sama).
Misalkan, kita memiliki desain Tulangan Utama Kolom dan Balok adalah 2-D25 (artinya 2 buah - Besi Ulir - Diameter 25 mm), jika misalnya akan kita konversi ke Besi Ulir - Diameter 19 (asumsi mutu besi sama), maka dasar perhitungannya adalah :
Luas Perlu adalah = 2 x (3.14 x 25 mm x 25 mm)
= 3925 mm2
Maka kebutuhan tulangan D19 untuk dapat memenuhi luasan tersebut adalah :
Luas 1 Tulangan D19 = 3.14 x 19 mm x 19 mm
= 1133.54 mm2
dibutuhkan = 3925 mm2 / 1133.54 mm2
= 3.463 buah (dibulatkan keatas 4 buah D19)
dapat disimpulkan bahwa, 2-D25 dapat dikonversi menjadi 4-D19.
Kasus ini bisa digunakan untuk kolom dan balok, sedangkan untuk Plat akan dibahas pada topik selanjutnya.
Terimakasih .
Langganan:
Postingan (Atom)



